Sabtu, 05 Februari 2011

Kabupaten Sangihe

Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan kabupaten di Propinsi Sulawesi Utara, yang berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud tahun 2000, dengan ibu Kota Tahuna.

Luas wilayahnya 1.012,93 km² dengan penduduk sebanyak 129.609 jiwa (2001), dan meliputi 14 Kecamatan. Sangihe berasal dari kata Sang dan Ihe. Banyak pulau di daerah ini, jumlahnya sekitar 105 pulau, 79 pulau di antaranya tidak berpenghuni dan 26 pulau berpenghuni.


Tahun 2002 Kabupaten Kepulauan Sangihe dimekarkan (saat itu masih Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud) menjadi 2 Kabupaten berdasarkan UU No 5 Tahun 2002, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Pemekaran kembali dilakukan di Kabupaten Induk Kabupaten Sangihe menjadi Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tahun 2007 sesuai UU No 15 Tahun 2007.

Secara geografis, daerahnya berbatasan langsung dengan Republik Philipina di sebelah Utara, dengan Kabupaten Kepulauan Talaud di sebelah Timur, dengan Kabupaten Minahasa di sebelah Selatan, dan dengan Laut Sulawesi di sebelah Barat. Daerah ini mempunyai potensi besar dalam sektor pertanian dan menjadi andalan bagi daerah ini. Sektor pertanian merupakan sektor basis berkembangnya sektor-sektor lain dan menempati posisi strategis dalam struktur perekonomian daerah karena kontrubisinya sangat dominan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Tanaman perkebunan yang menjadi komoditas unggulan adalah kelapa, pala, cengkeh, meskipun kelapa merupakan komoditas utama tanaman terbesar. Selain komoditas unggulan dari perkebunan, wilayah ini memiliki potensi perikanan laut, dalam kondisi perairan laut yang belum tercemar terdapat berbagai jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi, seperti ikan tuna, kerapu, layang, cakalang, dan hasil budi daya laut seperti rumput laut, teripang, dan mutiara.

Bermodalkan wilayah yang subur, membuat kabupaten ini mandiri dalam hal pertanian. Kontribusi pertanian dalam pembentukan PDRB atas dasar harga konstan 2000 mencapai 33,23 persen. Pertanian terdiri dari padi, palawija, perkebunan dan ternak.

Panen padi per tahun mencapai 275 ton, jagung 1.193 ton, ubi kayu 12.609 ton, ubi jalar 7.070,75 ton, kacang tanah 615,2 ton, dan kacang hijau 345 ton. Tanaman jagung, ubi kayu, ubi jalar dan kacang hijau banyak terdapat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Tahuna Utara dan Tabukan Tengah.

Untuk hasil perkebunan, Kepulauan Sangihe juga menjadi penghasil kelapa, cengkeh dan pala. Total panen kelapa mencapai 18.990 ton dan banyak terdapat di kecamatan Tagulandang, Tahuna Utara dan Tahuna Selatan. Hasil cengkeh 2.957 ton terkonsentrasi di kecamatan Tamako, Tahuna Utara dan Tabukan Tengah. Sedangkan pala mencapai 3.274 ton, terdapat di Siau Barat Utara dan Tamako.

Untuk sub-sektor peternakan di kabupaten Kepulauan Sangihe terdapat ternak besar, kecil dan unggas. Ternak besar yang diminati oleh masyarakat setempat adalah Sapi total populasi 2.618 ekor terdapat di Kecamatan Tahuna Utara, Tahuna Selatan dan kendahe.

Ternak kecil berupa Kambing populasi 4.486 ekor dan Babi 50.232 ekor. Kambing banyak terdapat di Kecamatan Tahuna Utara, Kendahe dan Tabukan Tengah sedangkan Babi di Kecamatan Tabukan Tengah dan Kendahe. Unggas seperti Itik mencapai 2.589 ekor dan terkonsentrasi di Kendahe, Ayam Ras banyak terdapat di Tahuna dan Ayam buras di Kecamatan Tabukan Tengah, Tahuna Utara dan Tamako. Kedepan, daerah ini harus tetap fokus pada pembangunan ekonomi yang berbasis pertanian, termasuk perkebunan, peternakan dan perikanan, sambil memajukan industri olahan dan perdagangan antar daerah.

Sumber :
http://www.cps-sss.org/web/home/kabupaten/kab/Kabupaten+Sangihe 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar